Sebuah Logo Lama yang Masih Terlihat Fresh
Kalau melihat kembali project logo Twelvee ini, rasanya cukup menarik karena desainnya dibuat tahun 2017, tapi secara visual masih terasa relevan sampai sekarang.
Dan jujur saja, itu biasanya jadi tanda kalau sebuah logo dibuat bukan sekadar mengikuti tren sesaat.
Di era 2017, tren desain logo memang mulai bergerak ke arah minimalis, flat, dan lebih berani bermain bentuk typography. Banyak brand mulai meninggalkan efek glossy atau bevel yang dulu populer di awal 2010-an.
Logo Twelvee lahir di momen transisi itu.
Pendekatannya sengaja dibuat simpel, modern, tapi tetap punya karakter kuat saat dilihat pertama kali.
[birdy_toc]
Konsep Utama di Balik Logo Twelvee
Hal pertama yang cukup menonjol dari logo ini ada di permainan tipografi custom.
Bukan sekadar memilih font lalu mengetik nama brand, tapi ada proses penyederhanaan bentuk huruf supaya tampil lebih unik dan punya identitas sendiri.
Dari awal, konsep yang ingin dibangun adalah:
- Modern
- Bold
- Enerjik
- Sedikit playful
- Tetap mudah dibaca
Karena itu bentuk huruf dibuat membulat dan tebal, supaya terasa lebih ramah sekaligus kuat secara visual.
Menurut kami pribadi, logo dengan karakter seperti ini punya kelebihan besar: gampang diingat.
Kadang logo yang terlalu rumit justru cepat dilupakan.
Eksplorasi Bentuk Typography
Huruf yang Dibuat Menyatu
Salah satu bagian paling menarik ada di bagaimana beberapa karakter huruf terasa saling terhubung.
Terutama pada area:
- “t”
- “w”
- “e”
Transisi antar huruf dibuat lebih cair supaya logo terlihat seperti satu kesatuan visual, bukan huruf yang berdiri sendiri-sendiri.
Teknik seperti ini cukup sering dipakai di branding modern karena membantu membangun identitas yang lebih khas.
Dan di project Twelvee, pendekatan itu terasa cukup berhasil.
Keseimbangan antara Geometris dan Organik
Kalau diperhatikan lebih detail, bentuk logo ini sebenarnya punya dua karakter sekaligus.
Di satu sisi:
- tegas
- geometris
- solid
Tapi di sisi lain tetap:
- lembut
- rounded
- fleksibel
Perpaduan ini penting supaya logo tidak terasa terlalu “dingin” seperti brand teknologi hardcore, tapi juga tidak terlalu playful.
Hasil akhirnya jadi berada di tengah. Aman dipakai untuk banyak kebutuhan branding.
Filosofi Warna Hitam dan Kuning
Warna Hitam untuk Kesan Kuat
Bagian awal logo menggunakan warna hitam pekat.
Biasanya warna hitam dalam branding identik dengan:
- elegan
- profesional
- percaya diri
- premium
Ini membantu membangun fondasi visual yang lebih stabil.
Warna Kuning sebagai Energi Brand
Sementara bagian akhir menggunakan warna kuning terang.
Dan ini sebenarnya keputusan yang cukup penting.
Karena tanpa warna kuning, logo ini mungkin akan terasa terlalu formal atau terlalu berat.
Kuning memberi kesan:
- kreatif
- aktif
- optimis
- modern
Selain itu, transisi warna hitam ke kuning juga menciptakan efek visual yang membuat mata otomatis mengikuti logo dari kiri ke kanan.
Hal kecil seperti ini sering tidak disadari, tapi cukup berpengaruh dalam desain identitas visual.
Kenapa Logo Ini Masih Terlihat Modern?
Menurut kami ada beberapa alasan kenapa desain tahun 2017 ini masih terasa cocok dipakai sekarang.
Tidak Mengikuti Tren Berlebihan
Logo ini tidak memakai:
- efek 3D berat
- shadow berlebihan
- outline kompleks
- detail kecil yang sulit dibaca
Karena itu tampilannya lebih timeless.
Banyak logo lama terlihat “jadul” karena terlalu mengikuti tren desain pada masanya.
Sedangkan Twelvee dibuat lebih sederhana.
Fokus pada Bentuk Dasar yang Kuat
Kalau sebuah logo masih tetap terbaca jelas meski:
- diperkecil
- dicetak hitam putih
- dipakai favicon
- dipasang di mockup merchandise
biasanya berarti struktur logonya memang kuat.
Dan itu terasa di logo ini.
Tantangan Saat Mendesain Logo di Era 2017
Waktu itu tren startup dan brand digital sedang ramai-ramainya.
Tantangannya bukan cuma membuat logo bagus, tapi juga memastikan identitas visual tetap berbeda di tengah banyaknya logo minimalis yang mulai mirip satu sama lain.
Karena itu pendekatan typography custom dipilih dibanding memakai font generik.
Sedikit observasi pribadi juga, di tahun-tahun itu banyak brand terlalu fokus terlihat futuristik sampai akhirnya kehilangan readability.
Sedangkan di project ini, keterbacaan tetap dijaga.
Itu keputusan yang menurut kami cukup tepat.
Fleksibilitas untuk Branding
Cocok untuk Media Digital dan Print
Logo Twelvee dibuat cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan seperti:
- Website
- Social media
- Sticker
- Merchandise
- Company profile
- Header aplikasi
- Packaging
Bentuknya yang horizontal juga membantu lebih mudah dipasang di banyak layout modern.
Identitas yang Mudah Diingat
Kadang kekuatan branding bukan ada di kerumitan desain, tapi justru di kesederhanaan yang konsisten.
Dan logo ini punya karakter itu.
Sekali lihat, orang biasanya cukup cepat mengenali bentuk “twelvee” dengan kombinasi hitam dan kuningnya.
Project logo Twelvee menjadi salah satu eksplorasi desain typography modern yang cukup menarik di tahun 2017.
Dengan pendekatan minimalis, permainan bentuk huruf custom, dan kombinasi warna yang kontras, logo ini berhasil tampil sederhana tapi tetap punya identitas visual kuat.
Bahkan setelah beberapa tahun berlalu, desainnya masih terasa relevan dan nyaman dilihat. Dan menurut kami, itu salah satu tanda bahwa sebuah logo berhasil dibuat dengan fondasi desain yang matang, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.




Tinggalkan Balasan