Project brand identity ini salah satu yang paling seru saya kerjakan di tahun 2017. Kliennya bergerak di bidang peternakan ayam kampung organik, bidang yang mungkin terdengar sederhana, tapi justru punya karakter visual yang unik kalau digarap dengan benar. Fokus saya waktu itu adalah membuat identitas yang terlihat bersih, jujur, dan punya vibe “fresh from the farm”, tapi tetap profesional untuk kebutuhan dokumen bisnis.
Logo menjadi pondasi utamanya. Saya sengaja menggunakan kombinasi warna hangat, merah, kuning, dan sedikit sentuhan oranye, karena warna-warna ini terasa dekat dengan dunia pangan dan organik. Bentuk ayam yang saya buat bukan tipikal “ikon ayam lucu”, tapi lebih ke siluet yang rapi dan mudah dikenali. Targetnya simpel: logo harus terlihat bagus baik di layar maupun di cetak, dan tetap terbaca walau ukurannya kecil di kartu nama.
Kop Surat & Template Surat Bisnis
Untuk kop surat, saya pilih layout yang ringan. Identitas brand tetap jelas, tapi tidak mengganggu area isi surat. Ada elemen ayam berwarna soft di background, cukup halus untuk memberi karakter tanpa membuat halaman terasa penuh. Menurut saya, elemen kecil seperti ini penting untuk menciptakan benchmark kualitas: surat bisnis jadi terasa lebih “niat”, bukan sekadar lembaran kertas.
Desain Invoice & Stationery
Invoice selalu jadi bagian menarik, karena ini dokumen internal tapi tetap harus rapi. Saya buat grid yang jelas, tabel mudah dibaca, dan visual brand tetap dipertahankan lewat header dan warna aksen. Tujuannya supaya setiap dokumen terlihat konsisten, baik itu surat, invoice, maupun kartu nama.
Envelope dan layout stationery lain juga mengikuti gaya yang sama: bersih, cerah, dan punya sentuhan visual yang khas. Buat saya, brand identity itu bukan hanya tampilan, tapi pengalaman. Ketika sebuah usaha kecil punya set dokumen yang rapi, pelanggan langsung merasakan profesionalitasnya.
Kartu Nama & Aksen Visual
Kartu nama dibuat dengan layout sederhana, tapi tetap eye-catching berkat kombinasi warna kuning dan merah. Elemen ayam saya letakkan sebagai identitas yang mudah dikenali, sementara informasi kontak dibuat minimalis agar tidak terlihat penuh.
Project ini mengingatkan saya bahwa bisnis sekecil apa pun layak punya brand identity yang proper. Dengan visual yang konsisten, usaha organik seperti ini bisa naik kelas dan tampil lebih percaya diri.




Tinggalkan Balasan